Jakarta, 15 Oktober 2026 – Kisah Penzstar berawal jauh dari pabrik dan jaringan distribusi modern. Pada 1960-an, orang tua Teddy Harijono, Direktur PT. Penzstar, berjualan oli eceran di depan sebuah terminal angkutan umum di Bandar Lampung. Usaha kecil itu tumbuh menjadi grosir pelumas, lalu dilanjutkan Teddy sebagai generasi kedua setelah ia menyelesaikan kuliah.
Di tangan Teddy, usaha keluarga tersebut berkembang menjadi distributor sejumlah merek pelumas, dengan jangkauan yang meluas ke Semarang, Jawa Timur, hingga Balikpapan. Seiring bertambahnya jaringan, pusat usaha kemudian dipindahkan ke Jakarta.
Pada 1997, Teddy melangkah ke industri manufaktur pelumas dan mengembangkan merek sendiri, Penzstar. Langkah ini menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ketika salah satu prinsipal yang produknya didistribusikan perusahaan memutuskan berhenti beroperasi di Indonesia. Alih-alih membiarkan jaringan dan tim yang sudah dibangun kehilangan arah, Teddy memilih menciptakan peluang baru.

Persaingan yang makin ketat, kecenderungan produsen otomotif memakai pelumas merek sendiri, serta berkembangnya kendaraan listrik mendorong Teddy menyusun strategi jangka panjang. Sekitar satu dekade lalu, perusahaan mulai menjadi agen produk kimia industri asal Amerika Serikat, seperti coolant, surface treatment, forging, dan degreasing.
Fokus bisnis pun bergeser ke segmen business-to-business (B2B). Penzstar tetap hadir di pasar otomotif, namun dengan sasaran yang lebih terarah: perusahaan otomotif, agen alat berat, distributor forklift, dan pelaku usaha dengan kebutuhan skala besar. Perusahaan juga dipercaya memproduksi salah satu produk prinsipalnya untuk kebutuhan industri lepas pantai (offshore), yang tengah dikembangkan agar memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Jawa Timur menjadi salah satu pasar terbesar Penzstar, disusul Jawa Tengah dan Lampung, dengan pelanggan juga tersebar di Medan, Palembang, Bangka, dan Kalimantan. Di Jakarta, perusahaan lebih banyak melayani segmen industri seperti pabrik sepatu, tekstil, dan sejumlah perusahaan Korea. Ke depan, strategi Penzstar tidak semata mengejar volume, tetapi memperkuat kemitraan dengan pelanggan industri yang berkelanjutan.

Bagi Teddy, kejujuran adalah prinsip utama dalam berusaha. “Selama kita jujur, pasti ada rezeki dan ada jalan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya terus belajar, termasuk mengikuti perkembangan teknologi seperti AI, serta menyarankan pengusaha muda mempelajari bahasa Mandarin di samping bahasa Inggris.
Mental yang kuat, kerja keras, jaringan pertemanan yang dibangun atas dasar kepercayaan, serta berbakti kepada orang tua menjadi bekal yang terus ia pegang. Perjalanan dari oli eceran hingga Penzstar dan bisnis kimia industri menunjukkan bahwa bertahan dalam bisnis berarti berani menyesuaikan strategi tanpa meninggalkan prinsip.
Sumber: warta7.id – Dari Usaha Keluarga ke Industri, Teddy Kembangkan Penzstar Hadapi Perubahan Zaman
Copyright © 2021 PT. Penz Star Panca Persada | Developed by Mini Dev Studio